JENIS JENIS TATANAN HIDUP BERKELOMPOK
Sebagai masyarakat yang hidup berkelompok ada beberapa tahapan yang harus kita ketahui untuk menjalankan hidup berkelompok, yaitu :Hakikat Norma, Adat Istiadat dan Kebiasaan dalam bermasyarakatv Hakikat Norma yang meliputi :
1.Norma Kesopanan yaitu Peraturan yang bersumber dari pergaulan hidup dalam sekelompok manusia.
2.Norma Kesusilaan yaitu Peraturan yang bersumber dari suara batin / hati nurani manusia yang diyakinin sebagai pedoman hidupnya.
3.Norma Agama yaitu Serangkaian peraturan yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa.
4.Norma Hukum yaitu Aturan yang dibuat oleh Negara ercantum secara jelas dalam perundang – undangan.
Maka dari itu sebagai masyarakat kita wajib mentaati norma-norma tersebut yang nantinya akan dibawa ke dalam sebuah Kelompok / bermasyarakat .v Adat Istiadat yaitu dimana setiap orang mempunyai adat istiadat yang berbeda – beda dari cara pelaksaannya maupun agama itu sendiri. Maka dari itu setiap orang harus mempunyai sifat toleransi , saling menghormati, tidak saling mencela, menjelek-jelekan satu sama lainnya karena kalau kita tidak mempunyai sifat seperti itu maka dalam membangun sebuah kelompok akan sangat sulit, akan cepat terpecah belah dan cepat diadu domba.
v Kebiasaan yaitu Tata cara hidup yang dianut oleh setiap masyarakat dalam waktu yang lama dan memberi pedoman bagi setiap masyarakat yang bersangkutan untuk berpikir dan bersikap dalam menghadapi berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya.
Adapun Ciri-Ciri Kelompok Sosial :Adanya kesadaran pada tiap anggota kelompok bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan Adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lain. Adanya suatu faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan antara mereka bertambah erat, yang dapat merupakan nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama dan lain-lain. Kelompok Sosial dapat dibagi menjadi 3 tipe yaitu :v Kelompok Sosial Primer
Kelompok Sosial primer memiliki hubungan yang bersifat personal dan akrab antara anggotanya.v Kelompok Sosial Sekunder
Kelompok Sosial Sekunder didefenisikan sebagai Kelompok Sosial yang bersifat impersonal dan besar.v Kelompok Sosial In-Group dan Out-Group
Kelompok sosial merupakan tempat di mana individu mengidentifikasikan dirinya sebagai kami atau kamu, kita atau mereka. “In-Group adalah kelompok sosial dimana seorang individu mengidentifikasikan dirinya sebagai “kita” atau “kami”. Sedangkan Out-Group adalah kelompok sosial di luar in group, atau di luar kita, di luar kami. Kelompok di luar itu adalah mereka.
SIKAP INDIVIDU SETIAP TATANAN KELOMPOK
ü Toleransi sebagai Nilai dan Norma
Toleransi dalam pengertian yang telah disampaikan, yang merupakan keyakinan pokok (akidah) dalam beragama, dapat kita jadikan sebagai nilai dan norma. Kita katakan sebagai nilai karena toleransi merupakan gambaran mengenai apa yang kita inginkan, yang pantas, yang berharga, yang dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu. Dan nilai (toleransi) akan sangat mempengaruhi kebudayaan dan masyarakat. Demikian juga toleransi, dapat kita jadikan suatu norma, yaitu suatu patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu. Norma memungkinkan seseorang menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang.
ü Toleran dan Prinsip Hidup
Berinteraksi dengan jiwa toleran dalam setiap bentuk aktivitas, tidak harus membuang prinsip hidup (beragama) yang kita yakini. Kehidupan yang toleran justru akan menguatkan prinsip hidup (keagamaan) yang kita yakini. Segalanya menjadi jelas dan tegas tatkala kita meletakkan sikap mengerti dan memahami terhadap apapun yang nyata berbeda dengan prinsip yang kita yakini. Kita bebas dengan keyakinan kita, sedangkan pihak yang berbeda (yang memusuhi sekalipun) kita bebaskan terhadap sikap dan keyakinannya.
PERANAN STATUS KEPEMIMPINAN DALAM KELOMPOK
Pemimpin dan Kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktur maupun fungsional. Banyak muncul pengertian – pengertian mengenai pemimpin dan kepemimpinan. Ciri – ciri Kepemimpinan yang ideal yaitu :· 1. Memiliki pengetahuan umum yang luas
2. Kemampuan bertumbuh dan berkembang·
3. Memiliki sifat Inkuisitif / Rasa ingin tahu·
4. Memiliki Kemampuan Analitik·
5. Memiliki daya ingat yang kuat·
6. Keterampilan mendidik memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilaku dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi. ·
7. Bertindak secara ObjektivePemimpin VisionerKepemimpinan visioner adalah kepemimpinan yang ditujukan untuk member arti pada kerja dan usaha yang perlu dilakukan bersama – sama oleh para anggota perusahaan dengan cara member arahan dan makna pada kerja dan usaha yang dilakukan berdasarkan visi yang jelas.
STRUKTUR DAN SISTEM SOSIAL
A. Definisi Struktur SosialSecara harfiah, struktur bisa diartikan sebagai susunan atau bentuk. Struktur tidak harus dalam bentuk fisik, ada pula struktur yang berkaitan dengan sosial. Menurut ilmu sosiologi, struktur sosial adalah tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Susunannya bisa vertikal atau horizontal.Para ahli sosiologi merumuskan definisi struktur sosial sebagai berikut:ü George Simmel , struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya.ü George C. Homans , struktur sosial merupakan hal yang memiliki hubungan erat dengan perilaku sosial dasar dalam kehidupan sehari-hari.ü William Kornblum , struktur sosial adalah susunan yang dapat terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku undividu.ü Soerjono Soekanto , struktur sosial adalah hubungan timbal balik antara posisi-posisi dan peranan-peranan sosiaB. Definisi Sistem SosialSISTEM SOSIAL merupakan kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian (elemen atau komponen), yaitu :
a. orang dan atau kelompok beserta kegiatannya.
b. Hubungan sosial, termasuk di dalamnya norma-norma, dan nilai-nilai yang mengatur hubungan antar orang atau kelompok tersebut.sistem sosial tercakup pula nilai-nilai dan norma-norma yang merupakan aturan perilaku anggota-anggota masyarakat. Dalam setiap "sistem sosial" pada tingkat-tingkat tertentu selalu mempertahankan batas-batas yang memisahkan dan membedakan dari lingkungannya ("sistem sosial" lainnya).
Kamis, 20 Januari 2011
JENIS JENIS TATANAN HIDUP BERKELOMPOK
Sebagai masyarakat yang hidup berkelompok ada beberapa tahapan yang harus kita ketahui untuk menjalankan hidup berkelompok, yaitu :
Hakikat Norma, Adat Istiadat dan Kebiasaan dalam bermasyarakat
v Hakikat Norma yang meliputi :
1. Norma Kesopanan yaitu Peraturan yang bersumber dari pergaulan hidup dalam sekelompok manusia.
2. Norma Kesusilaan yaitu Peraturan yang bersumber dari suara batin / hati nurani manusia yang diyakinin sebagai pedoman hidupnya.
3. Norma Agama yaitu Serangkaian peraturan yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa.
4. Norma Hukum yaitu Aturan yang dibuat oleh Negara ercantum secara jelas dalam perundang – undangan.
Maka dari itu sebagai masyarakat kita wajib mentaati norma-norma tersebut yang nantinya akan dibawa ke dalam sebuah Kelompok / bermasyarakat .
v Adat Istiadat yaitu dimana setiap orang mempunyai adat istiadat yang berbeda – beda dari cara pelaksaannya maupun agama itu sendiri. Maka dari itu setiap orang harus mempunyai sifat toleransi , saling menghormati, tidak saling mencela, menjelek-jelekan satu sama lainnya karena kalau kita tidak mempunyai sifat seperti itu maka dalam membangun sebuah kelompok akan sangat sulit, akan cepat terpecah belah dan cepat diadu domba.
v Kebiasaan yaitu Tata cara hidup yang dianut oleh setiap masyarakat dalam waktu yang lama dan memberi pedoman bagi setiap masyarakat yang bersangkutan untuk berpikir dan bersikap dalam menghadapi berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya.
Adapun Ciri-Ciri Kelompok Sosial :
- Adanya kesadaran pada tiap anggota kelompok bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan
- Adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lain.
- Adanya suatu faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan antara mereka bertambah erat, yang dapat merupakan nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama dan lain-lain.
Kelompok Sosial dapat dibagi menjadi 3 tipe yaitu :
v Kelompok Sosial Primer
Kelompok Sosial primer memiliki hubungan yang bersifat personal dan akrab antara anggotanya.
Kelompok Sosial primer memiliki hubungan yang bersifat personal dan akrab antara anggotanya.
v Kelompok Sosial Sekunder
Kelompok Sosial Sekunder didefenisikan sebagai Kelompok Sosial yang bersifat impersonal dan besar.
Kelompok Sosial Sekunder didefenisikan sebagai Kelompok Sosial yang bersifat impersonal dan besar.
v Kelompok Sosial In-Group dan Out-Group
Kelompok sosial merupakan tempat di mana individu mengidentifikasikan dirinya sebagai kami atau kamu, kita atau mereka. “In-Group adalah kelompok sosial dimana seorang individu mengidentifikasikan dirinya sebagai “kita” atau “kami”. Sedangkan Out-Group adalah kelompok sosial di luar in group, atau di luar kita, di luar kami. Kelompok di luar itu adalah mereka.
Kelompok sosial merupakan tempat di mana individu mengidentifikasikan dirinya sebagai kami atau kamu, kita atau mereka. “In-Group adalah kelompok sosial dimana seorang individu mengidentifikasikan dirinya sebagai “kita” atau “kami”. Sedangkan Out-Group adalah kelompok sosial di luar in group, atau di luar kita, di luar kami. Kelompok di luar itu adalah mereka.
SIKAP INDIVIDU SETIAP TATANAN KELOMPOK
ü Toleransi sebagai Nilai dan Norma
Toleransi dalam pengertian yang telah disampaikan, yang merupakan keyakinan pokok (akidah) dalam beragama, dapat kita jadikan sebagai nilai dan norma. Kita katakan sebagai nilai karena toleransi merupakan gambaran mengenai apa yang kita inginkan, yang pantas, yang berharga, yang dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu. Dan nilai (toleransi) akan sangat mempengaruhi kebudayaan dan masyarakat. Demikian juga toleransi, dapat kita jadikan suatu norma, yaitu suatu patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu. Norma memungkinkan seseorang menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang.
Toleransi dalam pengertian yang telah disampaikan, yang merupakan keyakinan pokok (akidah) dalam beragama, dapat kita jadikan sebagai nilai dan norma. Kita katakan sebagai nilai karena toleransi merupakan gambaran mengenai apa yang kita inginkan, yang pantas, yang berharga, yang dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu. Dan nilai (toleransi) akan sangat mempengaruhi kebudayaan dan masyarakat. Demikian juga toleransi, dapat kita jadikan suatu norma, yaitu suatu patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu. Norma memungkinkan seseorang menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang.
ü Toleran dan Prinsip Hidup
Berinteraksi dengan jiwa toleran dalam setiap bentuk aktivitas, tidak harus membuang prinsip hidup (beragama) yang kita yakini. Kehidupan yang toleran justru akan menguatkan prinsip hidup (keagamaan) yang kita yakini. Segalanya menjadi jelas dan tegas tatkala kita meletakkan sikap mengerti dan memahami terhadap apapun yang nyata berbeda dengan prinsip yang kita yakini. Kita bebas dengan keyakinan kita, sedangkan pihak yang berbeda (yang memusuhi sekalipun) kita bebaskan terhadap sikap dan keyakinannya.
Berinteraksi dengan jiwa toleran dalam setiap bentuk aktivitas, tidak harus membuang prinsip hidup (beragama) yang kita yakini. Kehidupan yang toleran justru akan menguatkan prinsip hidup (keagamaan) yang kita yakini. Segalanya menjadi jelas dan tegas tatkala kita meletakkan sikap mengerti dan memahami terhadap apapun yang nyata berbeda dengan prinsip yang kita yakini. Kita bebas dengan keyakinan kita, sedangkan pihak yang berbeda (yang memusuhi sekalipun) kita bebaskan terhadap sikap dan keyakinannya.
PERANAN STATUS KEPEMIMPINAN DALAM KELOMPOK
Pemimpin dan Kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktur maupun fungsional. Banyak muncul pengertian – pengertian mengenai pemimpin dan kepemimpinan.
Ciri – ciri Kepemimpinan yang ideal yaitu :
· Memiliki pengetahuan umum yang luas
· Kemampuan bertumbuh dan berkembang
· Memiliki sifat Inkuisitif / Rasa ingin tahu
· Memiliki Kemampuan Analitik
· Memiliki daya ingat yang kuat
· Keterampilan mendidik, memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilaku dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi.
· Bertindak secara Objektive
Pemimpin Visioner
Kepemimpinan visioner adalah kepemimpinan yang ditujukan untuk member arti pada kerja dan usaha yang perlu dilakukan bersama – sama oleh para anggota perusahaan dengan cara member arahan dan makna pada kerja dan usaha yang dilakukan berdasarkan visi yang jelas.
STRUKTUR DAN SISTEM SOSIAL
A. Definisi Struktur Sosial
Secara harfiah, struktur bisa diartikan sebagai susunan atau bentuk. Struktur tidak harus dalam bentuk fisik, ada pula struktur yang berkaitan dengan sosial. Menurut ilmu sosiologi, struktur sosial adalah tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Susunannya bisa vertikal atau horizontal.
Para ahli sosiologi merumuskan definisi struktur sosial sebagai berikut:
ü George Simmel , struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya.
ü George C. Homans , struktur sosial merupakan hal yang memiliki hubungan erat dengan perilaku sosial dasar dalam kehidupan sehari-hari.
ü William Kornblum , struktur sosial adalah susunan yang dapat terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku undividu.
ü Soerjono Soekanto , struktur sosial adalah hubungan timbal balik antara posisi-posisi dan peranan-peranan sosia
B. Definisi Sistem Sosial
SISTEM SOSIAL merupakan kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian (elemen atau komponen), yaitu :
a. orang dan atau kelompok beserta kegiatannya.
b. Hubungan sosial, termasuk di dalamnya norma-norma, dan nilai-nilai yang mengatur hubungan antar orang atau kelompok tersebut.
a. orang dan atau kelompok beserta kegiatannya.
b. Hubungan sosial, termasuk di dalamnya norma-norma, dan nilai-nilai yang mengatur hubungan antar orang atau kelompok tersebut.
sistem sosial tercakup pula nilai-nilai dan norma-norma yang merupakan aturan perilaku anggota-anggota masyarakat. Dalam setiap "sistem sosial" pada tingkat-tingkat tertentu selalu mempertahankan batas-batas yang memisahkan dan membedakan dari lingkungannya ("sistem sosial" lainnya).
Rabu, 01 Desember 2010
Minggu, 17 Oktober 2010
M Y B L O G: PIS 10-02_30110393_CARA MERAKIT KOMPUTER
M Y B L O G: PIS 10-02_30110393_CARA MERAKIT KOMPUTER: "CARA MERAKIT KOMPUTERDari beberapa refrensi ini adalah beberapa cara merakit computer yang paling sederhana .Yaitu :1. Memasang Komputer : ..."
Sabtu, 16 Oktober 2010
ALGORITMA 001
Dengan menggunakan operator kondisi buatlah program untuk mencari bilangan terkecil diantara 3 buah bilangan diinput user
JAWABAN :
01
#include <iostream.h>
02
#include <conio.h>
03
04
void main()
05
{
06
int bil1, bil2, bil3, minim;
07
bil1 = 9;
08
bil2 = 2;
09
bil3 = 7;
10
minim = bil1 < bil2 ? bil1 : bil2;
11
minim = bil3 < minim ? bil3 : minim;
12
cout<<"Bilangan terkecil = "<<minim;
13
getch();
14
}
itu bener apa salah ?
JAWABAN :
01
#include <iostream.h>
02
#include <conio.h>
03
04
void main()
05
{
06
int bil1, bil2, bil3, minim;
07
bil1 = 9;
08
bil2 = 2;
09
bil3 = 7;
10
minim = bil1 < bil2 ? bil1 : bil2;
11
minim = bil3 < minim ? bil3 : minim;
12
cout<<"Bilangan terkecil = "<<minim;
13
getch();
14
}
itu bener apa salah ?
Selasa, 12 Oktober 2010
FILSAFAT PANCASILA
Pengertian filsafat
bahasa yunani Philein = cinta , Sophos = hikmah / kebijaksanaan
Filsafat : cinta kebijaksanaan
Filsafat : pandangan hidup yang dianggap paling benar
Filsafat ada 4 , yaitu :
- Filsafat Materialisme (materi)
Jika seseorang berpandangan bahwa materi merupakan sumber dari kebenaran adalah hidupnya.
- Filsafat Liberalisme (kebebasan)
Jika seseorang berpandangan bahawa pada hidupnya masyarakat dan negara adalah kebebasan individu.
- Filsafat Hedonisme (kenikmatan)
Jika seseorang berpandangan bahwa pada kenikmatan adalah nilai yg terpenting dan tinggi di dalam kehidupan.
- Filsafat Sekulerisme (perpisahan)
FILSAFAT SEBAGAI PRODUK
mencakup 2 pengertian
- Pengertian filsafat sbg jenis
- Pengertian filsafat sbg proses
PANCASILA SEBAGAI SISTEM
Lazimnya memiliki ciri ciri sbb :
- Merupakan kesatuan bagian bagian
- Bagian bagian itu memiliki fungsi sendiri
- Saling berhubungan/ketergantungan
- Untuk mencapai tujuan bersama
- Hubungan manusia dg tuhan
- Hubungan manusia dg manusia
- Hubungan manusia dg alam
- Hubungan manusia dg masyarakat
- Dalam susunan pancasila hierarktis dan piramidel ini maka :
- Ket YME menjadi basis kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan peradilan sosial
- Ket YME ketuhan yg berkemanusiaan
- Tuhan menciptakan segalanya, manusia sbg subjek negara, manusia bersatu, manusia bermusyawarah, untuk mencapai keadilan
- Kesatuan pancasila yg saling mengisi
- Sila Ket YME : Ket yg berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, berkeadilan
- Sila Kemanusian : Ket yg berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, berkeadilan
- Sila Persatuan : Ket yg berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, berkeadilan
- Sila Kerakyatan : Ket yg berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, berkeadilan
- Sila Keadilan Sosial : keadilan yg berketuhanan.
Minggu, 10 Oktober 2010
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
~ Ilmu sosial menyoroti tentang tingkah laku atau perilaku manusia yang mencakup berbagai ilmu pengetahuan yang masing masing menyoroti suatu bidang dalam kehidupan bermasyarakat.
~ Ilmu sosial ini menyangkut :
- Ilmu Ekonomi
- Ilmu Hukum
- Ilmu Sosiologi (kemasyarakatan)
- Ilmu Psikologi (kejiwaan)
- Ilmu Alam (fisika, kimia, biologi, astronomi)
~ Ilmu budaya adalah setiap masyarakat tentu mempunyai budaya yg berbeda beda antara daerah satu dg daerah yang lain
Pengertian Budaya
~ Kata BUDAYA merupakan kata majemuk budi daya yang berarti di dalamnya mencangkup cipta, karsa, rasa (cipta:ide:karsaaktifitas:kegiatan:rasa:seni/hasil seni)
~ Budaya dalam bahasa sansekerta yaitu bentuk jamak kata budi (perilaku) atau akal/pikiran/akal sehat
~ Budaya atau kebudayaan dalam bahasa belanda disebut Cultuur bahasa inggrisnya Culture bahasa latinnya Colere yang berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan.
~ Jadi budaya atau kebudayaan diartikan sebagai keseluruhan yg komplek yang didalmnya terkandung ilmu pengetahuan kepercayaan kesenian moral keilmuan adat istiadat serta kebiasaan yg didapat oleh manusia sbg anggota masyarakat
~ Manusia sbg pencipta kebudayaan di dalam kehidupan yg nyata antara masyarakat dan kebudayaan tidak dapat di pisahkan dan selamnya merupakan Dwi Tunggal , masyarakat adalah orang yg hidup bersama yg menghasilkan kebudayaan dg demikian tidak ada masyarakat yg tidak mempunyai kebudayaan dan juga sebaliknya, tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadh dan pendukungnya atau sbg tanah tumbuhnya kebudayaan dg demikian apa yg disebut oleh para ahli "Cultural Determism" yg berarti bahwa segala sesuatu yg terdapat di dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yg dimiliki oleh masyarakat itu sendiri adalah sangat tepat.
Langganan:
Postingan (Atom)